7 Orang yang Rela Mengorbankan Nyawa Demi Orang Lain
Meski kondisi dunia dalam
perkembangannya terkadang tidak bersahabat, namun tahukah kamu kalau masih
banyak orang-orang baik di berbagai belahan bumi ini. Orang-orang baik itu
bahkan masih memahami betul apa arti sebuah pengorbanan. Bukan hanya
mengorbankan waktu, harta, atau masa depan, rupanya ada orang yang sampai rela
mengorbankan diri mereka sendiri untuk orang yang dikasihi. Terdengar aneh
memang, tapi hal seperti itu benar-benar ada dan terjadi.
1.
Tiga Pria Chernobyl
Ledakan
Chernobyl adalah salah satu contoh kekuatan nuklir paling mengerikan sepanjang
sejaran manusia. Namun bencana itu mungkin bisa jauh lebih buruk jika tanpa
bantuan ketiga orang ini. Saat itu situasi terjadi karena sepotong besar karbon
radioaktif dalam bahaya siap mencair ke dalam kolam air yang jika terjadi maka
bisa menimbulkan ledakan uap maha dahsyat dan melepaskan ribuan ton material
radioaktif ke udara. Untuk menyelamatkan jutaan manusia, kolam renang itu harus
segera dikuras, dan dalam keadaan genting itu, tiga orang sukarelawan yakni
Alexei Ananenko, Valeri Bezpalov dan Boris Baranov rela melompat ke kolam dan
membuka katup saluran pembuangan yang akhirnya tewas karena radiasi demi
menyelamatkan negara mereka.
2.
Petugas Artur Kasprzak
Saat badai Sandy menyerang, banyak
orang kehilangan nyawa. Dari berbagai cerita kemanusiaan, salah satunya datang
dari petugas Artur Kasprzak. Ketika banjir melanda, Kasprzak dengan cekatan
menyelamatkan 6 orang dewasa ke atas loteng termasuk seorang anak kecil. Ketika
tahu sang ayah tak ada, Kasprzak kembali untuk mencari di antara air bah. Namun
malang bagi Kasprzak, sang ayah rupanya sudah selamat dan Kasprzak justru
ditemukan tewas beberapa jam kemudian.
3.
Maximilian Kolbe
Maximilan Kolbe adalah seorang
biarawan yang dikirim ke Auschwitz. Menjadi biarawan, Kolbe tegas melawan
penindasan NAZI. Saat itu NAZI memilih seorang tahanan untuk dibiarkan tewas
dalam kelaparan, lalu Kolbe melangkah maju dan bersedia menggantikan posisinya.
Hebatnya, Kolbe justru bisa bertahan selama 3 minggu karena keyakinannya bahwa
Tuhan akan selalu menjaganya. Malang bagi Kolbe, dirinya akhirnya dibunuh
dengan suntikan mematikan oleh NAZI. Kini semua orang yang masih mengingat
penindasan itu, menganggap Kolbe sebagai salah satu orang suci yang ada.
4.
Muelmar Magallanes
Pada tahun 2009, banjir besar
melanda Filipina. Saat itu, seorang pemuda berusia 18 tahun, Muelmar Magallanes
memutuskan untuk membantu sesama ketika tanda-tanda alam kembali mengarah ke
bencana besar. Dan ketika banjir tiba, Muelmar menyelamatkan sampai lebih dari
20 orang. Namun kematian menimpa Muelmar saat dirinya hendak menyelamatkan
seorang ibu muda dengan bayinya di tengah arus deras.
5.
Casey Jones
Casey Jones adalah pahlawan Amerika
yang telah diabadikan dalam sebuah lagu lantaran dirinya menyelamatkan sebuah
kereta yang penuh orang. Saat itu terjadi ketika Jones berada di dalam kereta
yang hampir saja bertabrakan dengan kereta lainnya. Tanpa pikir panjang, Jones
langsung memerintahkan seluruh penumpang melompat dan meninggalkan dirinya yang
berusaha mengerem namun akhirnya tewas.
6.
Jordan Rice
Sama seperti Muelmar, Jordan Rice
menyelamatkan keluarganya saat banjir. Berbeda dengan Muelmar, Rice masih
berusia 13 tahun dan tak bisa berenang. Saat banjir, mereka melakukan
perjalanan di dalam mobil di Queensland, Rice dengan adik dan ibunya
terperangkap. Saat tim SAR datang, Rice dengan dewasa menyelamatkan adik dan
ibunya sebelum akhirnya mobil itu menabrak dan dia tewas.
7.
Alfred Vanderbilt
Alfred Vanderbilt adalah seorang pria yang
berasal dari kehidupan mewah dan serba berkecukupan. Pada satu ketika,
Vanderbilt berada di aas kapal RMS Lusitania ketika kapal boat Jerman
menyerang. Tanpa pikir panjang, Vanderbilt langsung membagikan alat penyelamat
darurat dan mengajak ke sekoci. Bahkan Vanderbilt memberikan sabuknya untuk
seorang ibu muda yang membuatnya tewas. Seramnya, Vanderbilt seharusnya menjadi
salah satu penumpang kapal Titanic yang tenggelam itu.SEMOGA BERMANFAAT, DAN TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN.
SAYA HARAP DAPAT BERKUNJUNG LAGI DI LAIN WAKTU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
dan komentarlah dengan bahasa yang sopan.